Cahaya mentari mulai menerangi permukaan bumi, sang bintang akhirnya telah kembali muncul. Melodi irama merdu mulai terdengar dari sang burung, dedaunan berdansa serta menari dengan eloknya, mengikuti irama angin yang terus membawanya pergi jauh sampai terjatuh ke daratan.

05.00
Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 05.00 WIB, suasana di Gereja St. Anna mulai menjadi ramai. Mulanya gereja itu terasa sunyi dan sepi. Selang beberapa saat, para peserta mulai berdatangan dengan pakaian bertemakan warna hijau yang berarti kedamaian dan kesegaran, layaknya pagi hari ini.

Beberapa dari mereka ada yang datang ke gereja dengan cara berjalan kaki, ada yang menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil ataupun motor, dan ada pula yang masih menggunakan transportasi umum seperti angkot.

Para peserta mulai berkumpul dan saling bertegur sapa, sambil mengisi daftar hadir dan menunggu acara jalan sehat mulai. Selang beberapa saat acaranya pun bermulai, para peserta mengenakan sebuah gelang berwarna putih di pergelangan tangan mereka, yang diberikan oleh para panitia.

“Selamat pagi bapak, ibu, anak-anak, serta remaja yang dikasihi Tuhan. Kali ini, kita ingin memulai acara jalan sehat pagi hari ini. Sebelum memulai acara jalan sehat ini, mari kita dengarkan kata sambutan dan sekaligus berdoa untuk kelangsungan acara ini,” pembukaan dari MC.

Acara dibuka dengan kata sambutan dari panitia, berserta berkat dan doa oleh Romo Agustinus Rudy Chandra Wijaya, S.J. Seusai berkat, para peserta yang berbaris rapi membentuk vertikal dua baris, seakan tak sabar untuk memulai acara jalan sehat ini berlangsung.

“BANG!”
Ledakan confetti popper pecah. Kertas metalik mulai berhamburan ke tanah dan bendera start-finish mulai terangkat. Peserta memulai jalan sehat ini dengan rasa suka dan gembira, menempuh langkah demi langkah. Perjalanan tak terasa membosankan karena ada teman-teman yang menemani perjalanan, mengajak mereka mengobrol sepanjang jalan. Pun juga ada yang sekedar menikmati udara segar berserta pemandangan di pagi hari.

Tak hanya pejalan kaki saja yang ada disana. Para orang tua dan anak-anak muda pun juga ada yang membawa sepeda, untuk menemani sekaligus berolahraga bareng bersama para peserta jalan sehat.

Jalan sehat ini bukan hanya sekadar jalan tanpa arah, melainkan ada panitia yang berada di sudut belakang, mengarahkan para peserta untuk pergi sesuai jalur.

Pos demi pos sudah ditempuh selama beberapa jam. Mulai dari pos 1 sampai ke pos 20. Dari pos 1 ke pos 2 melewati BKT (Banjir Kanal Timur). Saat sampai di pos 3, para peserta maupun panitia yang berjaga di belakang diberikan air putih untuk memulihkan dahaga mereka.

Pos 6

Di perhentian pos 6 , banyak kakak yang memiliki wajah bersemi cerah. Senyuman terbentuk di wajah mereka. Kakak-kakak yang menjaga di pos 6 menyapa orang-orang dengan ramah, terutama kepada anak-anak kecil yang telah lewat. Mereka memberikan ucapan semangat untuk terus menempuh rute jalan sehat ini.

Pos 6 ini juga memiliki kejutan kecil, yaitu bagi setiap anak-anak yang telah berhasil menempuh sampai pos 6, akan diberikan sebuah goodie bag yang berisikan cemilan manis dan asin.

Setelah melewati pos 6, para peserta terus melanjutkan perjalanan sampai ke pos 20, hampir tiba di mana garis finish berada. Selama perjalanan jalan sehat ini, para peserta diberikan minum di setiap pos yang berwarna hijau, yaitu di pos 3, 6, 11, dan 15.

Gereja Santa Anna
Di garis finish, banyak panitia yang telah menunggu kehadiran para juara. Melihat beberapa peserta telah melewati garis finish dan sampai pada tujuan, bendera start-finish terangkat kembali dan berkibar mengikuti arah mata angin yang tertuju.

Setelah seluruh peserta tiba di gereja, mereka menyantap komsumsi yang telah disediakan oleh panitia, berupa makanan rebusan, seperti ubi-ubian, jagung, singkong, dan kacang. Selain itu, kantin di gereja sudah banyak yang buka dan beberapa peserta jalan sehat juga membeli makanan dan air putih yang menyegarkan dari sana.

Selama waktu istirahat, peserta menghabiskan waktu dengan berfoto, mendinginkan badan atau kaki, serta minum dan makan. Hingga akhirnya acara selanjutnya berlanjut:

Senam
“Mari bapak, ibu, anak-anak, dan remaja semua yang telah menikmati jamuan pada pagi hari ini, kita lanjutkan dengan acara senam pagi di lapangan.” Acara kini berlanjut dengan kegiatan senam pagi bersama. Para peserta pun bergegas pergi ke arah lapangan untuk mengikuti kegiatan ini.

Senam pagi dipimpin oleh panitia jalan sehat. Mereka bersenam dengan rasa gembira, seakan semangat dan hati mereka berkobar membara. Air keringat dari kulit mulai berjatuhan membasahi wajah dan pakaian mereka. Gerakan mereka sangat kompak dan serentak mengikuti panduan dari panitia.

Kesan dan Pesan

Gadis muda bernama Lola, salah satu peserta jalan sehat ini berkata, “Kegiatan ini sangat seru dan menarik. Walaupun lumayan capek bagiku, tetapi aku senang karena bisa ikut jalan sehat bareng teman-teman. Bisa mengobrol, bercanda, ataupun seru-seruan bareng. Menurut aku, kegiatannya positif banget dan menyenangkan.”

“Aku ingin ikut meramaikan kegiatan yang diadakan di gereja. Selain untuk olahraga, kakak juga ingin menghabiskan waktu bersama teman-teman dan menikmati kebersamaan lewat kegiatan seperti ini”, lanjut kesan Kak Lola.

Kak lola pun memberikan pesan untuk anak muda remaja katolik yang belum mengikuti acara kegiatan gereja, “Jangan takut untuk mulai aktif di kegiatan gereja, karena kita bisa mendapat pengalaman baru, teman baru, dan tentunya belajar untuk bertumbuh bersama.”

Penutup
Teman-teman yang dikasihi Tuhan, sudah usai perjalanan acara jalan sehat pagi hari ini. Acara ini bukan hanya semata-semata untuk memeriahkan acara ulang tahun Gereja, tetapi juga untuk membangun kebersamaan, kasih, wawasan, dan juga komunikasi atau relasi baru.

Dari kegiatan ini kita belajar, bahwa kebersamaan bisa dibentuk dari kegiatan kecil-kecilan. Pesanku sebagai penulis artikel ini untuk remaja muda katolik di luar sana adalah “never be afraid to start something new.” Dari kegiatan gereja, kita bisa membangun relasi dan kehangatan baru. Tuhan Memberkati. Amin.