Misa pada Minggu, 6 September 2026 pukul 08.30 WIB di Gereja Santa Anna terasa berbeda dari misa mingguan pada umumnya. Hari itu, sebagian besar petugas dan umat mengenakan pakaian daerah. Umat disambut oleh alunan musik gamelan saat memasuki gedung gereja, dan sebagian besar lagu dalam perayaan ekaristi dilantunkan dengan nuansa langgam Jawa. Umat memenuhi seluruh ruang gereja hingga ke lantai atas dan area luar di sekitar Gua Maria. Misa ini merupakan misa konselebrasi dengan Romo Agustinus Rudy Chandra Wijaya, SJ sebagai selebran utama, didampingi Romo Adrianus Padmaseputra, SJ dan Romo Yohanes Fransiscus Chris Purba, SJ sebagai konselebran.

Di awal misa, Romo Rudy mengajak umat bersyukur atas rahmat ulang tahun (HUT) ke-42 Gereja Santa Anna, sekaligus merayakan persekutuan umat Allah dan penyertaan-Nya di wilayah Paroki Duren Sawit. Selain itu, paroki juga memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) bertema “Sabda yang Menjawab Kegelisahan Zaman” yang mengajak umat semakin mengenal firman Tuhan. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) juga menetapkan Hari Ciptaan setiap tanggal 1 September untuk mengingatkan umat agar terlibat aktif dan bertanggung jawab dalam melestarikan alam.

Bacaan misa hari itu diambil dari Yehezkiel 33:7–9, Roma 13:8–10, dan Injil Matius 18:15–20. Dalam homilinya, Romo Rudy menyampaikan bahwa bertukar informasi merupakan insting manusia untuk bertahan hidup. Sayangnya, manusia sering kali lebih menyukai gosip yang membicarakan keburukan sesama. Filsuf Yunani, Socrates, mengingatkan bahwa sebelum menyampaikan sesuatu, kita harus menyaringnya melalui tiga pertanyaan:

  1. Apakah kita yakin bahwa apa yang akan dikatakan itu benar-benar terjadi?
  2. Apakah hal tersebut mengenai sesuatu yang baik?
  3. Apakah informasi itu bermanfaat bagi orang yang mendengarnya?

Jika jawabannya tidak, sebaiknya hal itu urung dikatakan. Bagaikan anak panah yang telah dilepaskan, kata-kata yang sudah terucap dan menyakiti sesama tidak dapat ditarik kembali. Oleh karena itu, kita perlu menyaring dengan baik setiap ucapan kita.

Gosip dapat menghancurkan hidup seseorang, bahkan memicu tindakan fatal seperti bunuh diri. Jangan sampai kita ambil bagian dalam keburukan tersebut. Dalam Kitab Yehezkiel, Allah berfirman, “…tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.” Artinya, jika melihat sesama melakukan kesalahan, kita wajib membantunya kembali ke jalan yang benar. Jika kita diam saja, kita pun akan dimintai pertanggungjawaban. Mengingatkan saudara yang bersalah bukan untuk menghakimi, melainkan bagian dari proses pembangunan jemaat yang saling mengasihi.

Terkait kelestarian alam, KWI mengajak umat menjaga keutuhan ciptaan Tuhan. Bencana alam seperti gempa bumi, kebakaran hutan, dan banjir bandang, tidak jarang diperparah oleh ulah manusia yang merusak lingkungan. Menutup homilinya, Romo Rudy berpesan agar momen HUT ke-42 ini memacu seluruh warga Paroki Duren Sawit untuk membangun komunitas yang peduli dan berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Seusai homili, dilaksanakan pelantikan Dewan Paroki Pleno (DPP) Paroki Duren Sawit Periode 2026–2029 yang telah ditetapkan per 1 September 2026. Pelantikan ini meliputi pernyataan kesanggupan melayani dengan semangat Gembala Baik yang murah hati sesuai Arahan Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), pengucapan janji, pemberkatan, serta serah terima tugas dan SK pengurus baru. Acara dilanjutkan dengan sambutan panitia HUT yang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak penunjang, termasuk Polsek Duren Sawit dan Tim Kesehatan Puskesmas Duren Sawit, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan selama acara. Umat diajak menjadikan momentum ini untuk mempererat persaudaraan dan menjadikan Gereja Santa Anna sebagai rumah iman yang hidup.

Sebelum berkat penutup, Romo Rudy meluncurkan logo paroki yang baru. Beliau juga mengumumkan bahwa tahun ini merupakan kali terakhir HUT paroki dirayakan pada bulan September berdasarkan tanggal pemberkatan gereja. Ke depan, HUT Gereja Santa Anna akan diperingati setiap tanggal 29 Februari sesuai tanggal berdirinya paroki secara resmi. Romo Rudy turut mengapresiasi pengurus DPP lama dan membakar semangat para pengurus DPP baru agar mampu menampakkan wajah Tuhan yang penuh belas kasih. Misa pun ditutup dengan pemotongan tumpeng dan sesi foto bersama.

Rangkaian HUT paroki tahun ini juga disemarakkan oleh bazar kelompok UMKM, kategorial, serta pentas musik umat di halaman parkir. Selain itu, diadakan pelayanan sosial berupa skrining kesehatan gratis yang diikuti oleh 179 orang, pemeriksaan kanker serviks (42 orang), dan pemberian vitamin A (32 orang). Bakti sosial yang diorganisasi oleh Seksi Kesehatan Paroki Duren Sawit bersama Puskesmas Duren Sawit ini berlangsung sukses di Gedung Yos Sudarso dari pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. (Aprilia)