Sabtu pagi yang cerah, 13 Juni 2026, Ibu Wihelmina Suparmi selaku PIC Emmaus Journey Paroki Duren Sawit bersama para Emmausers PaDuSa menyambut para peserta baru Emmaus Journey Angkatan ke-3. Penyambutan ini dilakukan dalam Misa Pembukaan Emmaus Journey yang dipimpin oleh Romo Y. Purboyo Diaz, Pr di Gereja St. Yoakhim, Klender. Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Lenny, selaku PIC Emmaus Journey Centre untuk Dekenat Timur.

Perayaan Ekaristi ini menjadi langkah awal yang menandai dimulainya perjalanan rohani para peserta baru. Momen ini menjadi sarana penyerahan diri dan pembukaan hati untuk mendalami Kitab Suci, menemukan harapan baru, serta menyadari kehadiran Tuhan yang senantiasa menyertai dalam kehidupan sehari-hari.

Sama seperti dua murid yang berjalan ke Emmaus, kita pasti pernah merasa putus asa dan kehilangan harapan. Namun melalui kehadiran Tuhan dengan Sabda-Nya, hati kedua murid Emmaus pun berkobar-kobar. Tuhan datang dan hadir untuk memulihkan hati kita serta memberi semangat yang berkobar-kobar. Melalui Emmaus Journey, kita diajak untuk semakin mengenal Kristus dan menjadikan-Nya pusat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam homilinya, Romo Purboyo Diaz mengatakan bahwa jika kita ingin mengenal Kristus, bacalah Kitab Suci—baik membaca secara pribadi, mengikuti kursus Kitab Suci atau seminar, maupun bergabung bersama Emmaus Journey. Dengan membaca Kitab Suci kita mengenal Kristus, dan mencintai Kitab Suci berarti mencintai Kristus. Sebaliknya, ketidaktahuan akan Kitab Suci adalah ketidaktahuan akan Kristus.Kitab Suci bukanlah buku sejarah, melainkan buku refleksi iman akan Kristus. Kitab Suci adalah buku iman yang mengisahkan tentang Yesus Kristus dan apa yang dirasakan para murid bersama Yesus, termasuk bagaimana perjalanan serta penglihatan mereka bersama-Nya. Tidak perlu ditanyakan lagi bagaimana merefleksikan iman bahwa Yesus adalah Mesias dan Putra Allah yang hidup. Lihatlah dua murid Emmaus setelah bercakap dengan-Nya, dan ketika mata mereka terbuka setelah Yesus memecahkan roti dan bagaimana kisah Kristus bersama dua murid Emmaus itu meneguhkan perjalanan iman, refleksi iman, dan membuat kecintaan akan Kristus semakin bertumbuh.

Semoga hati kita semakin terbuka dan bertumbuh untuk semakin mencintai Yesus dengan merenungkan pewartaan-Nya bersama dua murid Emmaus. Amin. (GB)